Kamis, 02 Juli 2015

TRAGEDI HERCULES: Wasiat Sang Teknisi Sebelum Dijemput Ajal

TEMPO.CO, Mojokerto - Salah satu teknisi pesawat Hercules yang jatuh di Medan, Pembantu Letnan Satu Ibnu Kohar, ternyata pernah mengatakan keinginannya jika ia wafat agar dimakamkan dekat makam ayahnya di pemakaman umum Desa Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

"Almarhum pernah ngomong kalau meninggal dikuburkan dekat makam ayahnya," kata sepupu Kohar, Miftahul Jannah, di rumah duka, Rabu, 1 Juli 2015. Kata-kata almarhum itu terlontar saat menghadiri pernikahan adiknya tiga bulan lalu di Mojokerto.

Jannah menambahkan, perjalanan karir almarhum Kohar sama dengan ayahnya, mendiang Abu Darrin. Ayahnya purnawirawan TNI Angkatan Laut ketika dulu masih bernama Korps Komanado Operasi Angkatan Laut. Setelah remaja, Kohar yang akrab dipanggil Wawang, mendaftar sebagai calon tentara mengikuti jejak ayahnya.

"Awalnya daftar TNI AD tapi gagal, lalu mendaftar TNI AU dan lolos," ucap Jannah. Bahkan, menurut Janah, ia sempat membatu membuat surat lamaran untuk Wawang sebagai syarat pendaftaran ke TNI AU. Kohar menjadi anggota TNI AU sejak 1990.

Almarhum Kohar meninggalkan seorang istri, Istibsyaroh, dan dua anak perempuan. Kohar dan Istibsyaroh sama-sama berasal dari Dusun Gedeg Kulon, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Setelah menikah, keduanya tinggal di Asrama Militer Skuadron 32 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, Malang.
Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com